SISTEM KEPARTAIAN

Pemahaman

Ò  Keberadaan Parpol         : merupakan ciri khas

                    keberadaan demokrasi di suatu negara

Ò  Parpol   : merupakan suatu media/sarana legal rakyat untuk berpartisipasi                                                              

                    dalam kehidupan negara (politik) 

Faktor pendorong

  1. Persamaan kepentingan
  2. Persamaan cita-cita politik
  3. Persamaan keyakinan agama

Fungsi Parpol

  1. Sebagai sarana komunikasi politik
  2. Sarana sosialisasi politik
  3. Sarana rekruitman politik
  4. Sarana pengatur konflik

 

Model Sistem Kepartaian  di era modern

  1. Sistem Mono partai/partai tunggal

                hanya ada satu partai  dalam negara

                Menolak keanekaragaman karena diyakini  hanya akan  menghambat pembangunan negara.

                Posisi/jabatan dalam pemerintahan :

                                                eksekutif   : ketua partai, jadi Pres

                                                                       sekjen, jadi PM

                                                legislatif               : partai itu

                                                yudikatif              : MA

                  Model ini banyak dianut oleh negara-negara komunis

2.    Sistem Dwi Partai

Ò       Hanya ada 2 partai yang diakui,partai lain bisa hidup tapi harus bergabung dengan

salah satu dari dua partai yang ada. Partai pemenang akan menjadi partai  pemerintah, sedang yang kalah akan menjadi partai oposisi. Model ini banyak  dianut oleh negara-negara maju

Ò  Keberhasilan model dwipartai dipengaruhi beberapa faktor:

É  Masyarakat homogen

É  Konsensus masyarakat kuat

É  Adanya kontinyuitas sejarah

Model ini sebenarnya tidaklah ideal dianggap sebagai Pelaksanaan demokasi karena pilihan rakyat terbatas

     3.     Sistem Multi partai

                Dalam pemerintahan dikenal keberadaan partai-partai yang lebih dari 2 (beragam).

               Hal-hal positif yang bisa dilihat dari model ini:

¢  Paling demokratis

¢  Cocok bagi negara yang kondisinya beragam

Hal negatif model ini adalah adanya kecenderungan terjadi krisis kabinet

 

PEMILU DI INDONESIA

Ò  Landasan Hukum

É  Landasan ideal Pancasila

É  Landasan  konstitusional  UUD 45 (Psl 22e tentang pemilu amandemen ke 3)

Ò  Landasan operasional

É  Tap MPR dan peraturan pelaksana lain

Ò  Asas Pemilu

É  LUBER DAN JURDIL

Ò  Penyelenggara Pemilu

Dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang beranggotakan orang-orang independen dan non partai

Ò  Siapa yang berhak ikut pemilu? Semua wni yang :

É  Berusia 17thn atau sudah menikah

É  Tidak sedang kehilangan hak pilihnya.

Ò  Hak yang dipunyai seorang warga negara

É  Hak pilih aktif

                                hak untuk ikut serta dalam pemilu

                        +     Hak pilih pasif

                                hak untuk dipilih sebagai anggota parlemen

Ò  Tujuan pemilu di Indonesia

1.  Memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung

2.  Memilih anggota DPR/DPD/DPRD

Ò  Pelaksanaan pemilu di Indonesia

É  Pemilu 1955 (25 parpol)

Р 29 September, memilih Parlemen

Р 15 Desember , memilih Konstituante

É  Pemilu 1971 (10 parpol)

Р 3 Juli, memilih anggota parlemen

É  Pemilu 1977 (3 parpol)

Р 4 Mei, memilih anggota parlemen

É  Pemilu 1982 (3 parpol)

Р 2 Mei, memilih anggota parlemen

É  Pemilu 1987 (3 parpol)

Р 23 April, memilih anggota parlemen

É  Pemilu 1992 (3 parpol)

6 Juni, memilih anggota parlemen

É  Pemilu 1997 ( 3 parpol)

Р 29 Mei, memilih anggota parlemen

É  Pemilu 1999 (48 parpol)

Р 7 Juni , memilih anggota parlemen

É  Pemilu 2004 ( 24 parpol)

Р Memilih anggota parlemen dan anggota DPD

Р Memilih presiden dan wapres dgn sistem paket dan pemilu langsung

 

About these ads